Laporan Pembuatan Tempe
1. Tujuan
:
·
Mengetahui bagaimana proses pembuatan
tempe.
·
Mengetahui bagaimana peranan dari
mikroorganisme Rhizopus Oryzae dalam proses pembuatan tempe.
2. Rumusan
Masalah :
·
Bagaimanakah proses pembuatan tempe?
·
Bagaimanakah peranan mikroorganisme
Rhizopus Oryzae dalam proses pembuatan tempe?
3. Alat
dan Bahan :
·
Panci,
·
Kompor gas,
·
Tampah plastik,
·
Tapisan,
·
Sendok,
·
Ember,
·
Pembungkus plastik,
·
Tusuk gigi,
·
Biji kedelai
·
Ragi tempe
4. Cara
Pembuatan
·
Biji kedelai yang telah dipilih,
dibersihkan dan dicuci dengan air bersih.

·
Lalu kedelai direbus sampai mendidih dan
lanjutkan perebusan sampai kedelai benar-benar kelihatan empuk. Kemudian
direndam dengan air bersih selama satu hari satu malam. Air rendaman diganti setiap 12 jam.

·
Setelah direndam sehari semalam dalam
air rendaman, lalu kulit ari kedelai dibuang dengan cara diremas-remas sampai
biji terbelah.

·
Kedelai yang telah dibuang kulitnya
direbus lagi dengan air baru dan bersih selama ± 90 menit sampai titik didih
tercapai. Kemudian rebusan kedelai
ditiriskan pada tampah yang beralaskan koran, lalu didinginkan.
·
Setelah rebusan kedelai dingin, taburkan
ragi tempe sebanyak 1 gram untuk 1 kg kedelai secara merata dengan alat
pengaduk.

·
Kedelai yang sudah dicampur bibit tempe,
dibungkus dengan plastik yang sudah ditusuk-tusuk dengan jarum.


·
Rekatkan plastic yang sudah diisi dengan
kedelai.

·
Setelah itu disimpan selama 2 hari.
·
Pengamatan dilakukan selama dua hari
berturut-turut guna melihat proses berlangsungnya fermentasi.
5. Hasil
Pengamatan :
·
Pengamatan hari 1(13-02-2015): Kedelai
yang terbungkus masih dalam keadaan panas dan mengembun.
·
Pengamatan hari 2(14-02-2015): Kedelai belum
ditumbuhi dengan jamur dan kedelai tidak dapat menjadi tempe.
·
Sehingga proses pembuatan tempe gagal.
·
Dan di lain kesempatan kami, mencoba
untuk membuat tempe lagi.
·
Pengamatan hari 1(20-02-2015): Kedelai
yang terbungkus masih dalam keadaan panas dan mengembun.
·
Pengamatan hari 2(21-02-2015): Kedelai
sudah ditumbuhi dengan jamur, tekstur dan aroma seperti tempe pada umumnya.
6. Faktor
yang Menyebabkan kegagalan Pembuatan Tempe
·
Kedelai yang masih panas langsung
dimasukkan ke dalam plastik
·
Kebersihan saat membuat tempe
·
Lubang pada plastik kurang banyak
7. Kesimpulan
:
·
Proses pembuatan tempe sangat tergantung
dari hasil fermentasi jenis bahan utama/substratnya yaitu kedelai, macam
mikroba yang aktif dan kondisi di sekelilingnya yang mempengaruhi pertumbuhan
dan metabolisme mikroba tersebut, dan hal ini dapat dikatakan bahwa pengolahan
kedelai hingga menjadi tempe sesuai dengan hasil akhir yang dikehendaki.
8. Saran
:
·
Jika membuat tempe, kedelai yang akan
dimasukkan ke dalam plastic harus benar-benar dingin dan sudah terlepas kulit
arinya.
·
Jika akan membuat tempe menggunakan plastic,
sebaiknya memberikan lubang yang banyak pada plastic.
·
Perhatikan kebersihan saat membuat
tempe.
Laporan
Pembuatan Tape
1. Tujuan
:
·
Mengetahui proses pembuatan tape
2. Rumusan
Masalah :
·
Bagaimanakah proses pembuatan tape?
3. Alat
dan bahan
·
Baskom
·
Kompor
·
Panci Kukus
·
Penyaring
·
Piring
·
Wadah
·
Pisau
·
Sendok & Garpu
·
Air secukupnya
·
Daun pisang
·
Ragi tape
·
Singkong 2 kg
4. Cara
Pembuatan
·
Kupas singkong dan kikis bagian kulit
arinya hingga kesat.
·
Potong singkong yang telah dikupas
sesuai keinginan.
·
Cuci hingga bersih singkong yang telah
dipotong.
·
Sementara menunggu singkong kering,
masukkan air ke dalam panci samapai kira – kira terisi seperempat lalu panaskan
hingga mendidih.
·
Setelah air mendidih masukkan singkong
ke dalam panci kukus, lalu kukus hingga singkong ¾ matang, kira – kira ketika
‘daging’ singkong sudah bisa ditusuk dengan garpu.
·
Setelah matang, angkat singkong yang
telah ¾ masak lalu taruh di suatu wadah, kemudian didinginkan
·
Beri daun pisang di dalam wadah untuk
membuat tape.
·
Singkong yang sudah didinginkan kemudian
dimasukkan ke dalam wadah dan diberi ragi tape.

·
Singkong yang telah diberi ragi ini
kemudian ditutup kembali dengan daun pisang. Singkong ini harus benar – benar
tertutup agar mendapatkan hasil yang maksimal.

·
Setelah singkong ditutupi dengan daun
pisang, diamkan selama 1-2 hari hingga sudah terasa lunak dan manis. Saat
itulah singkong telah menjadi tape.
5. Hasil
Pengamatan :
·
Pengamatan hari 1(13-02-2015): Sudah
tercium bau tape dari dalam wadah
·
Pengamatan hari 2(14-0202015): Wadah
dibuka. Singkong sudah lunak dan berubah menjadi tape.
6. Kesimpulan
:
·
Membuat tape harus ditutup dengan rapat.
Tape singkong yang tidak dibungkus atau ditutup dalam proses pembuatannya, akan
berpengaruh pada warna tape yang seharusnya kekuning kuningan bersih, menjadi
berwarna agak putih dan pucat. Dari segi rasa, tape yang ditutup rapat, akan
terasa lebih manis, sedangkan yg dibiarkan terbuka, akan terasa asam. Tape yang
dibungkus akan mengalami proses fermentasi yang lebih cepat dibandingkan tape
yang tidak di tutup.
7. Saran
:
·
Singkong yang telah diberi ragi harus
ditutup rapat.
·
Beri daun pisang pada wadah agar aroma
tape lebih khas.
·
Jangan terlalu banyak memberi ragi pada
singkong. Pemberian ragi yang terlalu banyak akan membuat rasa tape menjadi
kecut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar