Rabu, 25 Februari 2015

Tempe dan Tape

Laporan Pembuatan Tempe
1.      Tujuan :
·         Mengetahui bagaimana proses pembuatan tempe.
·         Mengetahui bagaimana peranan dari mikroorganisme Rhizopus Oryzae dalam proses pembuatan tempe.
2.      Rumusan Masalah :
·         Bagaimanakah proses pembuatan tempe?
·         Bagaimanakah peranan mikroorganisme Rhizopus Oryzae dalam proses pembuatan tempe?
3.      Alat dan Bahan :
·         Panci,
·         Kompor gas,
·         Tampah plastik,
·         Tapisan,
·         Sendok,
·         Ember,
·         Pembungkus plastik,
·         Tusuk gigi,
·         Biji kedelai
·         Ragi tempe
4.      Cara Pembuatan
·         Biji kedelai yang telah dipilih, dibersihkan dan dicuci dengan air bersih.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8KqEWnD0E4_fPOrwnf6toZHuRf-EPKTJgiflksvctTjOFdcs94yzlFWNDIqvgJClq5eL-c8q0_ZFqMkBtafJe9JdX0ebcNe8UD0Ke3kEr7adZufFsBk8f9ZZO4e7tr3b1KUJ92hUDrqo/s1600/1.PNG
·         Lalu kedelai direbus sampai mendidih dan lanjutkan perebusan sampai kedelai benar-benar kelihatan empuk. Kemudian direndam dengan air bersih selama satu hari satu malam.  Air rendaman diganti setiap 12 jam.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9izqvbD5WgsVArO_pMmRbxGZNcE1MQGBTelHK4RKJHKV3s662Y2FmbkX9mUf5PlMQblxSGFcxSav9KqIAPQNCtgKOVMiQhPNqmOPMJLi2DiA-7mL5RfZ4S4jdf6JK9GCSzTqFGAuRB5o/s1600/2.PNG
·         Setelah direndam sehari semalam dalam air rendaman, lalu kulit ari kedelai dibuang dengan cara diremas-remas sampai biji terbelah.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPyfuyTrmVo5NQp4SkXobZ9aAoCCvIVwbT74qNtJUBUYajiYyiDIz_nFBE50Kc1jjiOMqBuXLRG4iL8fQCEPjD6FWOl-fJC5ZqocdTUpdOXWe3tCUB0hwGORRjkamX557kIObPyMyw-OM/s1600/6.PNG
·         Kedelai yang telah dibuang kulitnya direbus lagi dengan air baru dan bersih selama ± 90 menit sampai titik didih tercapai.  Kemudian rebusan kedelai ditiriskan pada tampah yang beralaskan koran, lalu didinginkan.
·         Setelah rebusan kedelai dingin, taburkan ragi tempe sebanyak 1 gram untuk 1 kg kedelai secara merata dengan alat pengaduk.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqhBCQ-pE2mFHTMhSVf-QMz4sasCK9xPq7P5TfOlKnFzUgJ1TxFbHr86n8h7NHxaVo2x1ntOZBOBSZBz2Wi1vBrtNoIDooqwxTR3naeKBK-bfp5s-d_NHxhTM7lrngukiQ5qRn6Hm0uGM/s1600/8.PNG
·         Kedelai yang sudah dicampur bibit tempe, dibungkus dengan plastik yang sudah ditusuk-tusuk dengan jarum. 
·         Rekatkan plastic yang sudah diisi dengan kedelai.
·         Setelah itu disimpan selama 2 hari.
·         Pengamatan dilakukan selama dua hari berturut-turut guna melihat proses berlangsungnya fermentasi.
5.      Hasil Pengamatan :
·         Pengamatan hari 1(13-02-2015): Kedelai yang terbungkus masih dalam keadaan panas dan mengembun.
·         Pengamatan hari 2(14-02-2015): Kedelai belum ditumbuhi dengan jamur dan kedelai tidak dapat menjadi tempe.
·         Sehingga proses pembuatan tempe gagal.
·         Dan di lain kesempatan kami, mencoba untuk membuat tempe lagi.
·         Pengamatan hari 1(20-02-2015): Kedelai yang terbungkus masih dalam keadaan panas dan mengembun.
·         Pengamatan hari 2(21-02-2015): Kedelai sudah ditumbuhi dengan jamur, tekstur dan aroma seperti tempe pada umumnya.
6.      Faktor yang Menyebabkan kegagalan Pembuatan Tempe
·         Kedelai yang masih panas langsung dimasukkan ke dalam plastik
·         Kebersihan saat membuat tempe
·         Lubang pada plastik kurang banyak
7.      Kesimpulan :
·         Proses pembuatan tempe sangat tergantung dari hasil fermentasi jenis bahan utama/substratnya yaitu kedelai, macam mikroba yang aktif dan kondisi di sekelilingnya yang mempengaruhi pertumbuhan dan metabolisme mikroba tersebut, dan hal ini dapat dikatakan bahwa pengolahan kedelai hingga menjadi tempe sesuai dengan hasil akhir yang dikehendaki.
8.      Saran :
·         Jika membuat tempe, kedelai yang akan dimasukkan ke dalam plastic harus benar-benar dingin dan sudah terlepas kulit arinya.
·         Jika akan membuat tempe menggunakan plastic, sebaiknya memberikan lubang yang banyak pada plastic.
·         Perhatikan kebersihan saat membuat tempe.



Laporan Pembuatan Tape
1.      Tujuan :
·         Mengetahui proses pembuatan tape
2.      Rumusan Masalah :
·         Bagaimanakah proses pembuatan tape?
3.      Alat dan bahan
·         Baskom
·         Kompor
·         Panci Kukus
·         Penyaring
·         Piring
·         Wadah
·         Pisau
·         Sendok & Garpu
·         Air secukupnya
·         Daun pisang
·         Ragi tape
·         Singkong 2 kg
4.      Cara Pembuatan
·         Kupas singkong dan kikis bagian kulit arinya hingga kesat.
·         Potong singkong yang telah dikupas sesuai keinginan.
·         Cuci hingga bersih singkong yang telah dipotong.
·         Sementara menunggu singkong kering, masukkan air ke dalam panci samapai kira – kira terisi seperempat lalu panaskan hingga mendidih.
·         Setelah air mendidih masukkan singkong ke dalam panci kukus, lalu kukus hingga singkong ¾ matang, kira – kira ketika ‘daging’ singkong sudah bisa ditusuk dengan garpu.
·         Setelah matang, angkat singkong yang telah ¾ masak lalu taruh di suatu wadah, kemudian didinginkan
·         Beri daun pisang di dalam wadah untuk membuat tape.
·         Singkong yang sudah didinginkan kemudian dimasukkan ke dalam wadah dan diberi ragi tape.
·         Singkong yang telah diberi ragi ini kemudian ditutup kembali dengan daun pisang. Singkong ini harus benar – benar tertutup agar mendapatkan hasil yang maksimal.
·         Setelah singkong ditutupi dengan daun pisang, diamkan selama 1-2 hari hingga sudah terasa lunak dan manis. Saat itulah singkong telah menjadi tape.
5.      Hasil Pengamatan :
·         Pengamatan hari 1(13-02-2015): Sudah tercium bau tape dari dalam wadah
·         Pengamatan hari 2(14-0202015): Wadah dibuka. Singkong sudah lunak dan berubah menjadi tape.
6.      Kesimpulan :
·         Membuat tape harus ditutup dengan rapat. Tape singkong yang tidak dibungkus atau ditutup dalam proses pembuatannya, akan berpengaruh pada warna tape yang seharusnya kekuning kuningan bersih, menjadi berwarna agak putih dan pucat. Dari segi rasa, tape yang ditutup rapat, akan terasa lebih manis, sedangkan yg dibiarkan terbuka, akan terasa asam. Tape yang dibungkus akan mengalami proses fermentasi yang lebih cepat dibandingkan tape yang tidak di tutup.
7.      Saran :
·         Singkong yang telah diberi ragi harus ditutup rapat.
·         Beri daun pisang pada wadah agar aroma tape lebih khas.

·         Jangan terlalu banyak memberi ragi pada singkong. Pemberian ragi yang terlalu banyak akan membuat rasa tape menjadi kecut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar